Tokoh
Desa Adat Suwat Akan Segera Bangun Rumah Makan “Melahangge Ngajengan”, Krama Bali Diajak Jadi Pemilik Saham Mari bergabung
Rabu, 02 April 2025
Desa adat suwat
Gianyar | Mewsyess.com - Desa Adat Suwat terus berinovasi dalam meningkatkan kesejahteraan warganya dengan akan segera membangun rumah makan "Melahangge Ngajengan" sebagai usaha kolektif yang melibatkan Krama Bali. Rumah makan ini merupakan proyek kolaborasi antara Desa Adat Suwat dengan Krama Bali, khususnya masyarakat setempat, guna menciptakan peluang usaha dan memperkuat ekonomi berbasis komunitas.
Jro Bendesa Adat Suwat, Ngakan Putu Sudibya, ST, menjelaskan bahwa usaha ini bukan hanya untuk kepentingan desa, tetapi juga membuka kesempatan bagi Krama Bali untuk menjadi pemilik bisnis ini melalui sistem kepemilikan saham.
Krama Bali Diajak Menjadi Pemilik, Bukan Sekadar Penonton
Berbeda dengan usaha rumah makan pada umumnya, “Melahangge Ngajengan” memberikan kesempatan bagi masyarakat Bali untuk menjadi bagian dari kepemilikan usaha ini. Masyarakat bisa membeli saham sebesar Rp 1 juta per lembar, dengan kesempatan kepemilikan lebih dari satu lembar.
"Ini saatnya Krama Bali menjadi pemain, bukan hanya penonton. Kami ingin memberikan kesempatan bagi Krama Bali untuk turut serta dalam memiliki dan mengelola usaha ini, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Jro Bendesa Adat Suwat, Ngakan Putu Sudibya, ST.
Pendaftaran kepemilikan saham ini masih dibuka hingga 20 April 2025. Pembayaran dapat dilakukan melalui Labda Pecingkreman Desa (LPD) Desa Adat Suwat atau melalui transfer ke Rekening Bank BPD Bali Nomor: 0360202198807 atas nama Ngakan Putu Sudibya.
Mengangkat Kearifan Lokal dan Memberdayakan Krama Desa
Pembangunan rumah makan ini bertujuan untuk mengangkat kuliner khas Bali sekaligus memberdayakan masyarakat lokal. Konsep yang diusung tidak hanya menghadirkan makanan tradisional Bali, tetapi juga mengutamakan penggunaan bahan baku dari petani dan produsen lokal.
"Kami ingin rumah makan ini menjadi ikon kuliner yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga melestarikan tradisi dan budaya kuliner Bali," tambah Ngakan Putu Sudibya, ST.
Selain itu, usaha ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, terutama bagi Krama Desa Adat Suwat.
Dukungan Penuh dari Krama Bali
Gagasan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak yang melihat ini sebagai langkah maju dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis adat dan komunitas.
Baca juga:
klungkungnews.com/read//terus-berbagi-bantuan-sembako-untuk-janda-di-klungkungnews.com/tag/gianyar">gianyar-wujud-keklungkungnews.com/tag/peduli">pedulian-sosial-dari-redaksi-klungkungnews.com/tag/newsyess">newsyesscom" target="_self" title="Terus klungkungnews.com/tag/Berbagi">Berbagi: Bantuan Sembako untuk Janda di Gianyar, Wujud Keklungkungnews.com/tag/peduli">pedulian Sosial Dari Redaksi Newsyess.com ">Terus klungkungnews.com/tag/Berbagi">Berbagi: Bantuan Sembako untuk Janda di Gianyar, Wujud Keklungkungnews.com/tag/peduli">pedulian Sosial Dari Redaksi Newsyess.com
Diharapkan, dengan adanya “Melahangge Ngajengan”, masyarakat dapat memiliki aset usaha yang berkembang, sehingga tidak hanya bergantung pada sektor pariwisata semata.
"Semoga Krama Bali semua selalu sehat dan sejahtera. Ini adalah langkah awal bagi kita semua untuk membangun ekonomi yang lebih kuat dengan semangat gotong royong dan kebersamaan," tutup Jro Bendesa Adat Suwat.
Dengan semangat kebersamaan dan partisipasi aktif dari masyarakat, rumah makan “Melahangge Ngajengan” siap menjadi simbol kebangkitan ekonomi lokal yang dimiliki dan dikelola oleh Krama Bali sendiri.(TimNewsyess)
Penulis : Tim Klungkungnews
Polling Dimulai per 1 Maret 2024
Polling Dimulai per 1 Maret 2024